Naskah Khutbah Jumat Terbaru dengan Tema: Lisanmu Adalah Hargamu

- 9 Juni 2022, 13:00 WIB
Khutbah Jumat tentang Fitnah Dunia Omongan untuk Tutup Telingan bagi umat muslim
Khutbah Jumat tentang Fitnah Dunia Omongan untuk Tutup Telingan bagi umat muslim /Pixabay.com/ konevi.

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir.

Oleh karena itu dalam suatu kesempatan, ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir meyatakan, “Seorang pemimpin harus pandai untuk merawat kata, karena dari kata itulah sering ada bencana”.

Jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah

Kalau kita cermati lebih mendalam, teramat banyak ajaran maupun perintah Allah dan Rasul-Nya kepada kita semua agar kita senantiasa cermat dalam menjaga lisan kita ini. Meskipun dalam keadaan marah sekalipun.

Dalam hal ini ada nasehat sederhana dari pepatah timur, yang patut kita renungkan. “Manusia diberi dua telinga dan satu mulut, kalau direnungkan itu mengandung maksud Allah, sang pencipta kita itu, menginginkan manusai itu lebih banyak mendengar daripada berbicara”.

Namun, di masa sekarang ini siapakah di antara kita yang lebih suka mendengar daripada berbicara. Kita cenderung menginginkankan orang lain untuk mendengarkan kita. Bahkan kalau perlu memaksa orang lain supaya mau mendengarkan kita juga untuk memperhatikan kepentingan kita. Namun, sangat sedikit yang mau lebih banyak mendengar. Sangat sedikit di antara kita yang mau lebih mengerti urusan orang lain. Kita cenderung menganggap orang lain itu tidak penting. Dan yang penting adalah diri kita sendiri, maka kita lebih suka berbicara, bahkan kalau perlu berteriak supaya didengar tanpa pernah mau mendengarkan pendapat orang lain.

Baca Juga: Cantik Bukan Main Inilah Kakak Kandung Basmalah Gralind Pemeran Mala di Sinetron Panggilan Indosiar

Padahal mulut kita itu cuma satu dan telinga kita itu dia di sampimg kanan kiri. Artinya kita harus mau mendengar semua perkara dari kedua sisi yang berbeda barulah kita berhak untuk berbicara tentang urusan itu.

Maka, sudah sangat tepat kalau Imam Syafii (Allahu yarham) memberikan nasehat kepada para muridnya, Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya. 

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُحْسِنِيْنَ وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Halaman:

Editor: Ahmad Choirul Furqon

Sumber: Suara Muhammadiyah


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah